Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan

14.6.15

Karena Selama Hidup Kita Belajar!






Belajar adalah hal yang selalu dikaitkan dengan sekolah. Padahal dengan begitu pengertian belajar menjadi lebih sempit. Terlebih lagi kegiatan belajar di ruang kelas yang monoton. Hal itu membuat orang-orang beranggapan bahwa belajar adalah kegiatan yang membosankan. Jika kita mau membuka mindset bila belajar bukan hanya di ruang kelas maka akan banyak makna yang kita ambil dari kehidupan ini. 

Ketika definisi belajar melebar. Belajar itu dari siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Sejak itulah hidup kita akan dipenuhi dengan kegembiraan. Karena kita akan selalu menemukan hal baru setiap harinya. Hidup yang tadinya monoton menjadi lebih berharga. Dan proses itu akan belanjut setiap harinya sampai jasmani bercerai dengan sang jiwa.  Ya, karena selama hidup kita BELAJAR.

Baru saja saya menyelesaikan buku pertama dari Faldo Maldini yang judulnya sudah saya sebut diatas dengan huruf bold. Saya kira bukunya hanya berisi teori. Ternyata saya salah, isi bukunya daging semua alias pengalaman hidup dari  Faldo Maldini sendiri. Pengalaman yang dia sebut sebagai proses pembelajaran. Dari situ saya tahu ternyata Faldo Maldini yang merupakan Ketua BEM UI 2012 dulunya juga pernah bejat hehehe. Saya kira hidup dia lulus-lurus saja. Eh, ternyata tidak. Dengan begitu saya makin percaya dengan kata motivasi ini :

Orang sukses punya masa lalu. Orang gagal punya masa depan.
Di bagian awal bukunya Faldo bercerita tentang kegalauan dia dalam memilih perguruan tinggi. Dari sini semuanya bermula, pilihan yang tidak sesuai dengan keinginannya malah menghantarkan dia menuju petualangan menjadi mahasiswa yang luar biasa. Walaupun di awal perjalanan banyak cobaan yang hampir menghentikannya. Tetapi nasihat Ibunda selalu membuat dia tegar. Ditambah dengan rangkaian takdir Allah yang membuat dia tetap bertahan di Departemen Fisika Universitas Indonesia.  

Di dalam buku ini kita juga bisa belajar dari Faldo Maldini tentang bagaimana menyikapi amanah. Bagi beliau amanah itu tidak pantas dipinta, tetapi jika amanah itu hadir kepada kita, maka kita harus lakukan yang terbaik untuk menuntaskan amanah itu. Ini terlihat dari kisah dia menerima amanah menjadi Ketua HMD Fisika 2010, Ketua BEM FMIPA UI 2011, dan Ketua BEM UI 2012. 


Sebagai ketua BEM UI 2012, Faldo sangat akrab dengan dunia pergerakkan. Baginya mengabdi kepada rakyat adalah balas budi atas pendidikan yang dia nikmati di kampus negeri. Di BEM banyak aksi yang dia dan teman-temannya lakukan. Hal yang paling seru adalah pada saat dia dan teman-temannya menjadi Fraksi Balkon di Gedung DPR. Pada saat itu anggota DPR sedang sidang paripurna yang membahas rencana kenaikan harga BBM. Sidang berjalan alot. Pimpinan tak jarang melakukan skors. Ada juga fraksi yang walk out. Dan pada saat ketua DPR mengetok sahnya pasal yang menandai kenaikan BBM, Fraksi balkon berteriak :

"Interupsi pimpinan! Atas nama mahasiswa dan rakyat Indonesia, kami menyatakan menolak kenaikan BBM!"

Setelah itu kita tahu apa yang terjadi. Yup, Fraksi balkon diusir dengan kasar oleh Pamdal DPR...

Secara keseluruhan isi buku ini asyik untuk ditelisik. Saya pribadi menghabiskan buku ini dalam dua hari. Bahasanya renyah dan mudah untuk dimengerti. Pengalaman hidupnya juga pantas diteladani. Ya, di buku ini Faldo mengajarkan kita bagaimana menjaga idealisme agar tetap kokoh. Tertarik membeli buku ini? Pesan di http://faldomaldini.com/buku/ 

Read More