18.1.16

Selamat Merantau, Farid!


Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu gue dapet kabar bahagia kalo temen seperjuangan gue, @Faridmuhammd jadi terbang ke Malaysia. Ngapain dia ke Malaysia? Jadi TKI? atau mau ikut program bersepadu (Satu Ayah Dua Ibu)? Engga men, dia kesana mau kuliah. Kalo misalkan dia pulang-pulang ke Jakarta bawa istri dua itu sih bonus ya. By the way,dia Alhamdulillah diterima di jurusan Komunikasi International Islamic University Malaysia.

Selama di SMA dia aktif di kepengurusan Rohis dan diamanahi sebagai ketua Futsal. Hidupnya didedikasikan untuk da'wah. Mungkin semangat berda'wah dari anak yang punya wajah kayak mimin kaskus ini nurun dari kedua orang tuanya yang memang aktivis da'wah. Dia juga suka bisnis lho, sempet jualan baju bola KW Thailand dan terakhir kali sih dia usaha clothing yang punya brand @GhazillaID.

Sebagai temen, dia adalah salah satu temen gue yang paling menginspirasi. Gue belajar banyak tentang keberanian dalam menggambil risiko, kesabaran dalam berproses, dan berjejaring dari anak ketiga dari tujuh bersadara ini. Okelah gue akan jabarin nih pelajaran yang gue dan lo bisa ambil dari dia.

1. Berani ambil risiko


Bersama Ahmad Fuadi di depan rumahnya
"Adventures are the best way to learn", Begitulah motto hidup @Faridmuhammd. Dia emang suka banget keluyuran, entah untuk menuntut ilmu atau sekedar melepas jemu. Sesuatu yang ngeselin dari Farid adalah dia selalu diizinin untuk pergi kemanapun yang dia mau sama orang tuanya, tapi asal tetep dalam koridor kebaikan ya. Maklum sih, kalo ilang satu kan masih ada enam hehe. 

Sebagai seorang petualang, keberanian dia udah terasah. Karena sering banget menjumpai tempat dan orang yang sebelumnya belum pernah dijamah. Keberanian yang dia punya bukan cuma keberanian dalam menjelajah tapi juga keberanian untuk ambil risiko. 


Saat itu ditengah-tengah istirahat jam sekolah, gue ngobrol sama Farid. Isi obrolannya adalah tentang guest star acara doa bersama menjelang UN. 

"Jid, pas doa bersama undang Ahmad Fuadi,yuk!", Ajak anak berbehel ini

"Lah, ayo Rid. Tapi emang kita punya dana? Sekolah kan ngga bakal mau ngasih dana untuk yang beginian", sahut gue

"Jalan aja dulu, ntar juga ada solusi"

"Oke, sip nanti kita pikirin solusinya" 


Volunteer #SedekahMenjemputImpian
Percakapan itu adalah gambaran betapa optimisnya Farid, betapa beraninya dia mengambil resiko. Karena mencari dana tanpa adanya embel-embel organisasi bukanlah persoalan yang mudah, apalagi pada saat itu menjelang UN, persiapan belajar pun tergusur. Akhirnya gue, Farid, dan Chandra punya solusi, kita bertiga menginisiasi gerakan #SedekahMenjemputImpian.

Ide gerakan ini sendiri distimulus dari sedekah pembangunan masjid yang kala itu penarikannya setiap hari dan ketika masjid sudah terbangun pernarikan sedekahnya diperuntukan untuk perawatan masjid yang penarikannya jadi setiap senin dan kamis. Chandra juga menjadi penguat ide gerakan ini karena dia adalah salah satu relawan komunitas @SedekahHarian.

Setelah itu kami ajakin teman-teman #Falverion33 untuk menjadi volunteer gerakan ini. Beberapa dari mereka pun antusias menyambut ajakan kita. Biar gerakan ini legal, kita buat proposal-proposalan, gue dan farid langsung menghadap kepala sekolah buat minta tanda tangan, dengan izin Allah akhirnya Proposal di-Acc!

Kemudahan pun terus mengalir, teman-teman #Falverion33 pun antusias bersedekah. Dana Alhamdulillah terkumpul melebihi ekspetasi. Akhirnya dana itu kami gunakan untuk mengundang Ahmad Fuadi dan santunan anak yatim. Andai waktu itu Farid nggak optimis, mungkin ceritanya bakal beda. So, be risk taker!


2. Sabar dalam berproses

 Di SMA Farid bukanlah siswa dengan prestasi akademik yang baik. Di kelas pun dia selalu menempati peringkat yang paling buncit. Masuk sekolah pun sering terlambat, walaupun rumahnya teramat dekat. Di bully guru piket adalah hal yang biasa, karena baginya itu adalah teguran cinta. Farid begitu sabar dalam berproses. 

Di SMA menjadi siswa yang biasa-biasa saja hingga bisa kuliah ke Malaysia. Hal ini bukanlah kebetulan. Karena sebenarnya dia sudah merencanakan. Di tengah huru-hara memburu PTN, dia sibuk mencari celah ke luar negeri. Konsekuensinya dia harus menunggu selama 6 bulan. Sembari nunggu pengumuman dia percakap kemampuan bahasa inggrisnya dengan belajar di kampung inggris. Dia begitu sabar dalam berproses hingga dia bisa menginjakan kaki dih negeri upin-ipin. Alhamdulillah...

Tidak hanya dalam menempuh pendidikan. Farid juga bersabar dalam proses menjadi Public Speaker yang menginspirasi. Dia sering memberanikan diri mengambil jatah 'ngisi' Inspirational Project dari Markaz Inspirasi. Selain itu, dia juga menuntut ilmu dari maestronya, yaitu kek Jamil Azzaini di Public Speaking for Teens. Don't stop believing, brother! I wish you will be the most inspiring speaker in the future!



Pesantren Kilat SMKN 48 Jakarta



Gue, Farid, dan Awan Voice



Jadi pembicara dihadapan anak SMP



3. Terampil membangun jaringan
Bersama Wempy Dyocta Koto

Networking adalah salah satu kunci sukses dalam karir dan bisnis. Dengan memperbanyak jaringan, hidup kita akan terasa lebih mudah. Karena bila ada kesulitan atau keperluan, bantuan bisa datang dari relasi kita. Mempunyai banyak kenalan juga merupakan suatu keberuntungan, karena dari mereka kita bisa dapat inspirasi dan kehangatan. Maka tidak heran bila Rasulullah menganjurkan kita agar senantiasa menjaga silaturahim, karena banyak banget manfaatnya!


Di bandara ketemu relasi, padahal ga janjian.
Farid itu termasuk orang yang terampil dalam membangun jaringan. Dia tidak malu untuk menyapa atau berkenalan dengan orang-orang hebat. Jurus utamanya adalah SKSD (Sok Kenal, Sok Dekat), bagi sebagian orang mungkin jurus itu terdengar tidak baik, tapi menurut gue itu soal mental. Karena orang yang bermental positif tidak akan minder berkenalan dan bergaul dengan siapapun. Jejaring yang dia bangun tidak hanya dengan good people, tetapi juga dengan teman-teman yang masih sibuk dengan masa mudanya. Baginya, Inspirasi bisa datang dari siapa saja.

Itulah tiga hal yang bisa perlajari dari @faridmuhammd. Semoga gue dan lo bisa terinspirasi dan bisa langsung ambil langkah untuk beraksi!

Read More

14.6.15

Karena Selama Hidup Kita Belajar!






Belajar adalah hal yang selalu dikaitkan dengan sekolah. Padahal dengan begitu pengertian belajar menjadi lebih sempit. Terlebih lagi kegiatan belajar di ruang kelas yang monoton. Hal itu membuat orang-orang beranggapan bahwa belajar adalah kegiatan yang membosankan. Jika kita mau membuka mindset bila belajar bukan hanya di ruang kelas maka akan banyak makna yang kita ambil dari kehidupan ini. 

Ketika definisi belajar melebar. Belajar itu dari siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Sejak itulah hidup kita akan dipenuhi dengan kegembiraan. Karena kita akan selalu menemukan hal baru setiap harinya. Hidup yang tadinya monoton menjadi lebih berharga. Dan proses itu akan belanjut setiap harinya sampai jasmani bercerai dengan sang jiwa.  Ya, karena selama hidup kita BELAJAR.

Baru saja saya menyelesaikan buku pertama dari Faldo Maldini yang judulnya sudah saya sebut diatas dengan huruf bold. Saya kira bukunya hanya berisi teori. Ternyata saya salah, isi bukunya daging semua alias pengalaman hidup dari  Faldo Maldini sendiri. Pengalaman yang dia sebut sebagai proses pembelajaran. Dari situ saya tahu ternyata Faldo Maldini yang merupakan Ketua BEM UI 2012 dulunya juga pernah bejat hehehe. Saya kira hidup dia lulus-lurus saja. Eh, ternyata tidak. Dengan begitu saya makin percaya dengan kata motivasi ini :

Orang sukses punya masa lalu. Orang gagal punya masa depan.
Di bagian awal bukunya Faldo bercerita tentang kegalauan dia dalam memilih perguruan tinggi. Dari sini semuanya bermula, pilihan yang tidak sesuai dengan keinginannya malah menghantarkan dia menuju petualangan menjadi mahasiswa yang luar biasa. Walaupun di awal perjalanan banyak cobaan yang hampir menghentikannya. Tetapi nasihat Ibunda selalu membuat dia tegar. Ditambah dengan rangkaian takdir Allah yang membuat dia tetap bertahan di Departemen Fisika Universitas Indonesia.  

Di dalam buku ini kita juga bisa belajar dari Faldo Maldini tentang bagaimana menyikapi amanah. Bagi beliau amanah itu tidak pantas dipinta, tetapi jika amanah itu hadir kepada kita, maka kita harus lakukan yang terbaik untuk menuntaskan amanah itu. Ini terlihat dari kisah dia menerima amanah menjadi Ketua HMD Fisika 2010, Ketua BEM FMIPA UI 2011, dan Ketua BEM UI 2012. 


Sebagai ketua BEM UI 2012, Faldo sangat akrab dengan dunia pergerakkan. Baginya mengabdi kepada rakyat adalah balas budi atas pendidikan yang dia nikmati di kampus negeri. Di BEM banyak aksi yang dia dan teman-temannya lakukan. Hal yang paling seru adalah pada saat dia dan teman-temannya menjadi Fraksi Balkon di Gedung DPR. Pada saat itu anggota DPR sedang sidang paripurna yang membahas rencana kenaikan harga BBM. Sidang berjalan alot. Pimpinan tak jarang melakukan skors. Ada juga fraksi yang walk out. Dan pada saat ketua DPR mengetok sahnya pasal yang menandai kenaikan BBM, Fraksi balkon berteriak :

"Interupsi pimpinan! Atas nama mahasiswa dan rakyat Indonesia, kami menyatakan menolak kenaikan BBM!"

Setelah itu kita tahu apa yang terjadi. Yup, Fraksi balkon diusir dengan kasar oleh Pamdal DPR...

Secara keseluruhan isi buku ini asyik untuk ditelisik. Saya pribadi menghabiskan buku ini dalam dua hari. Bahasanya renyah dan mudah untuk dimengerti. Pengalaman hidupnya juga pantas diteladani. Ya, di buku ini Faldo mengajarkan kita bagaimana menjaga idealisme agar tetap kokoh. Tertarik membeli buku ini? Pesan di http://faldomaldini.com/buku/ 

Read More